PEMODELAN DAMPAK KEBIJAKAN REDD : STUDI KASUS HUTAN DI PULAU SUMATERA release_usbfi2n3kzgttosexglo5s6k3i

by Irmadi Nahib, Yatin Suwarno

Published in MAJALAH ILMIAH GLOBE by Geospatial Information Agency of The Republic of Indonesia.

Volume 19p185 (2017)

Abstract

<p class="abstrak">Emisi karbon yang terjadi akibat deforestasi dan degradasi hutan menyumbang hampir 20%  emisi global, lebih besar daripada sektor transportasi global dan yang kedua setelah industri energi. Indonesia adalah negara yang sangat penting dalam hal deforestasi dan degradasi hutan. Enam puluh persen dari luas daratan Indonesia adalah hutan, dan memiliki kawasan hutan hujan tropis terbesar ke-3 di dunia. Hutan Indonesia pada periode 2000-2009 telah mengalami deforestasi sekitar 15,15 juta ha. Distribusi spasial deforestasi terjadi di Pulau Kalimatan mencapai 5505863,93 (36,32%), Pulau Sumatera 3711797,45 (24,48%) dan Kepulauan Maluku 1,258,091,72 (8,30%). Di pulau Sumatera, Provinsi ……… Riau merupakan wilayah dengan deforestasi terbesar, mencapai 2002908,83 ha. Deforestasi akan berdampak terjadinya emisi karbon.  Salah satu metode untuk mengukur emisi dari deforestasi dan degradasi hutan adalah model Geosiris.  Model ini mengasumsikan pemanfaatan hutan menghadapi <em>trade-off</em>  antara pendapatan pertanian yang diperoleh dari konversi  hutan, dan pendapatan karbon yang diperoleh dengan melindungi hutan. Data yang digunakan dalam studi :  peta tutupan hutan pada tahun 2005 dan 2010, peta deforestasi 2005-2010, dan data penyebab deforestasi : ( kemiringan, elevasi, jarak logaritmik ke jalan terdekat, jarak dari  ibukota provinsi,  peta taman nasional, peta areal perkebunan), harga karbon dan harga pertanian. Sumber data adalah : <a href="https://clarklabsorg/products/">https://clarklabsorg/products/</a>.  Analisis emisi karbon dilakukan dengan oleh menggunakan modul Geosiris pada software TerrSet.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur deforestasi dan emisi dari periode 2005-2010 di pulau Sumatera dengan menggunakan model Geosiris.    Hasil analisis dengan asumsi harga karbon sebesar US $ 10 / tCO2e, menunjukkan deforestasi yang terjadi di Pulau Sumatera  dampak kebijakan REDD adalah 170,447 ha (16,70%), perubahan emisi karena REDD 17,59-22 -29% (di bawah tanpa skenario referensi REDD +), atau mengurangi emisi sebesar 245 - 265 MtCO2e / 5 tahun, akhirnya, surplus bersih pemerintah pusat dari pembayaran karbon sebesar US $ 300276736 (NPV, 5 tahun).<p class="abstrak"> <p class="katakunci"><strong>Kata Kunci</strong>: Deforestasi, Emisi Karbon, Pendapatan Pertanian, Insentif Karbon ,  Model Geosiris<p class="judulABS">ABSTRACT<p class="Abstrakeng">Carbon emissions related to deforestation and forest degradation represent almost 20% of global emissions, greater than the global transportation sector and second only to the energy industry.  For several reasons, Indonesia is a very important country in regarding to deforestation and forest degradatio. Sixty percent of Indonesia's land area is forested, and it has the 3rd largest area of tropical rainforest in the world.  Indonesia's  Forest in the period 2000-2009 has been deforested about 1515 million ha. The spasial distribution of deforestation occurred on the Kalimatan island  reach 5,505,86393 (36.32%), Sumatra Island 3,711,79745 (24.48 %) and Maluku Islands 1,258,09172 (8.30%.  In the Sumtra island, it self Riua Province has the greatest deforestation, they are reaching 2,002,90883 ha. Deforestation will cause carbon emissions. One of method for  measuring emissions from deforestation and forest degradation is Geosiris model. This model assumes forest users face a trade-off between the agricultural revenue obtained from deforesting land, and the carbon revenue obtained by protecting them. A modeled GeOSIRIS policy uses a carbon payment system to incentivize emission reductions.  Data used in study : maps of forest cover in 2005 and 2010, map of deforestation,  driver variables (slope,  elevation, logarithmic distance to the nearest road or provincial capital, or the amount of area per pixel included in a national park, or a timber plantation),  carbon price and agricultural.  Data sources in  <a href="https://clarklabs.org/products/">https://clarklabsorg/products/</a>. Calculating emisi carbon was  done by the GeOSIRIS module in TerrSet. The aim of study is to measuring deforestation and emissions from tropical deforestation period 2005-2010 in Sumatera island using Geosiris model. The results show, according to Geosiris, that at an international carbon price of US $10/tCO2e,  Sumatera  Island would have  :  change in deforestation due to REDD is  170,447  ha   (1670 %), change in emissions  due to REDD is  1759  – 2229  % (below the without  REDD+ reference scenario), or reduced emissions by  245 - 265  MtCO2e/ 5 years, finally, net central government surplus from carbon payments US $  300,276,736  (NPV, 5 years)<strong>Keywords</strong>: Deforestation, Carbon Emission, Agricultural Revenue, Carbon payments , Geosiris Model,
In application/xml+jats format

Archived Files and Locations

application/pdf  1.2 MB
file_ubky5scwa5hhjceizy4v6lrmqa
jurnal.big.go.id (web)
web.archive.org (webarchive)
Read Archived PDF
Archived
Type  article-journal
Stage   published
Date   2017-10-31
Container Metadata
Not in DOAJ
Not in Keepers Registry
ISSN-L:  1411-0512
Work Entity
access all versions, variants, and formats of this works (eg, pre-prints)
Catalog Record
Revision: 0bd4ff97-0ea2-4722-b035-e1d9ec59bebb
API URL: JSON