Hubungan Kadar Gula Darah Terhadap Mortalitas dan Morbiditas pada Anak Sakit Kritis di Pediatric Intensive Care Unit release_s5zgetrqozhpvp3elnngl2vgt4

by Agnes Praptiwi, Dharma Mulyo, Henny Rosita Iskandar, Yuliatmoko Suryatin

Published in Sari Pediatri by Paediatrica Indonesiana - Indonesian Pediatric Society.

2016   Volume 14, p298

Abstract

Latar belakang. Keadaan hiperglikemia sering ditemukan pada anak non-diabetik yang menderita sakit kritis. Sakit kritis adalah kondisi pasien dengan ancaman atau telah terjadinya gagal organ sehingga perlu pemantauan ketat tanda vital atau bantuan napas mekanik dan obat. Angka prevalensi hiperglikemi bervariasi, belum banyak diteliti di Indonesia, dan belum terdapat data di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) Rumah Sakit Anak Bersalin Harapan Kita (RSAB HK). Kondisi hiperglikemi ini sering dihubungkan dengan angka mortalitas dan morbiditas.Tujuan. Mendapatkan data angka prevalensi hiperglikemia pasien rawat PICU RSAB Harapan Kita, serta hubungannya dengan mortalitas dan morbiditas.Metode. Penelitian kohort retrospektif dan deskriptif. Kriteria inklusi adalah semua subyek yang dirawat di PICU RSAB Harapan Kita sejak November 2010 hingga Desember 2011. Kriteria eksklusi adalah subyek yang tidak terdapat data kadar gula darah saat masuk PICU. Sebanyak 371 subyek berusia antara 1 bulan sampai 18 tahun diikutsertakan dalam penelitian. Kelompok hiperglikemia ditetapkan apabila kadar gula darah ≥125 mg/dL dan non hiperglikemia apabila <125 mg/dL. Kedua kelompok dibandingkan dengan mortalitas, lama perawatan PICU, pola napas, pemakaian obat vasoaktif/Inotrop serta adanya disfungsi ≥2 organ sesuai skor PELOD. Analisis data menggunakan program SPSS versi 18.Hasil. Seratus enampuluh (43,1%) adalah kelompok hiperglikemia. Subyek laki-laki 214 (57,7%) lebih banyak dibanding perempuan, dan 171 (46%) subyek berumur 1-12 bulan. Angka kematian 92 (24,8%). Kelompok hiperglikemi mempunyai angka kematian yang lebih tinggi dibanding non hiperglikemi (31,3% vs 19,9% p<0,05). Dihubungkan dengan pemakaian obat vasoaktif/inotrop, pola napas, adanya disfungsi ≥2 organ ternyata hiperglikemi berhubungan dengan lama rawat. Kelompok hiperglikemia dengan lama rawat ≤48 jam, proporsi subyek meninggal lebih besar dibandingkan dengan subyek hidup (28,3% vs 16,1%). Kesimpulan. Prevalensi hiperglikemi pasien anak sakit kritis yang dirawat di PICU RSAB Harapan Kita 43,1%. Hiperglikemia mempunyai hubungan bermakna dengan mortalitas dan lama rawat. Penelitian ini merupakan penelitian awal, perlu penelitian lanjutan dengan mengelompokkan diagnosis saat masuk PICU dan memisahkan kelompok subyek yang meninggal.
In application/xml+jats format

Archived Files and Locations

application/pdf  175.4 kB
file_h2imzq3byrhcxeawt64fa2lg44
saripediatri.org (web)
web.archive.org (webarchive)
Read Archived PDF
Archived
Type  article-journal
Stage   published
Date   2016-11-16
Work Entity
access all versions, variants, and formats of this works (eg, pre-prints)
Catalog Record
Revision: bdd06635-a297-482d-8ae5-d002ae77f183
API URL: JSON