Semirata 2013 FMIPA Unila |333 release_cu7biniwxvau3ntp4gdmv2zgoy

by Prosiding Semirata, Fmipa Universitas Lampung

Released as a article-journal .

2013  

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian mengenai-Pengaruh Variasi Temperatur dan Konsentrasi Minyak Terhadap Rendemen dan Karakteristik Biodiesel dari Minyak Biji Kemiri (Aleurites Moluccana ‖ menggunakan Katalis NaOH. Penelitian dilakukan pada temperatur 50, 60 dan 70 o C, dengan konsentrasi minyak biji kemiri 80, 70, 60, 50 dan 40%. Karakteristik produk metil ester yang dihasilkan dari proses transesterifikasi dianalisa dengan mengukur parameter viskositas, berat jenis, indeks setana, kadar residu karbon, kadar air, kandungan sulfur, kandungan sedimen dan titik nyala. Hasil peneitian menunjukkan bahwa rendemen optimum metil ester diperoleh pada konsentrasi 80% minyak biji kemiri pada temperatur 60 0 C dengan perolehan rendemen sebesar 89,63% v/v. Metil ester yang diperoleh memiliki karakteristik yaitu viskositas 5,250 cSt, berat jenis 0,8978 g/cm 3 60/60 o F, titik nyala 185 o C, kandungan sedimen 0,05 % berat, kadar sulfur 29,309 ppm, dan kadar air 446 ppm. Parameter ini memenuhi standar ASTM biodiesel tetapi dua parameter tidak memenuhi standar yaitu residu karbon 0,20 % berat dan indek setana 38,2. Kata Kunci. Biodiesel, minyak biji kemiri, metil ester. PENDAHULUAN Bahan bakar minyak bumi adalah salah satu sumber energi utama yang digunakan di banyak negara di dunia saat ini. Kebutuhan akan bahan ini semakin meningkat, seiring dengan penggunaannya di bidang industri dan transportasi, sehingga mendorong diperlukannya sumber energi alternatif baru. Minyak nabati merupakan bahan yang potensial sebagai sumber energi terbarukan untuk dapat menghasilkan biodiesel (biodiesel) sebagai bahan pengganti minyak diesel. Penelitian ini menggunakan minyak biji kemiri sebagai bahan mentahnya, karena minyak dari biji kemiri dapat menggantikan peranan dan fungsi solar, sebagai bahan bakar pengganti minyak diesel. Pengembangan tanaman kemiri (Aleurites moluccana) sebagai bahan baku biodiesel mempunyai potensi yang sangat besar, karena selain menghasilkan minyak dengan produktivitas tinggi, mudah didapat dan tanaman ini juga mampu memproduksi banyak buah sepanjang tahun. Tanaman kemiri memiliki kandungan minyak yang relatif besar, yaitu 55-65% berat [1]. Kemiri (Aleurites moluccana) dikenal dengan nama lain candle nut, merupakan salah satu tanaman industri dari famili Euphorbiceae. Setiap tahun tanaman kemiri terus mengalami peningkatan perluasan area karena pemanfaatannya bukan lagi sebagai penghasil bumbu dapur tetapi dapat juga digunakan untuk keperluan industri dan tanaman obat. Dahulu ketika listrik masih jarang, minyak kemiri menggantikan fungsi minyak tanah untuk menghidupkan lampu minyak atau lampu teplok. Biji kemiri yang sudah diolah menjadi minyak dapat pula difungsikan sebagai bahan bakar alternatif untuk mesin diesel. Biodiesel adalah bahan bakar motor diesel yang berupa ester alkil/alkil asam-asam lemak (biasanya
In text/plain format

Archived Files and Locations

application/pdf  373.5 kB
file_rrhxtogw2jcqbozfoinba35snq
web.archive.org (webarchive)
jurnal.fmipa.unila.ac.id (web)
Read Archived PDF
Preserved and Accessible
Type  article-journal
Stage   unknown
Year   2013
Work Entity
access all versions, variants, and formats of this works (eg, pre-prints)
Catalog Record
Revision: 428a4482-53f2-4884-826f-96c8a67e83f5
API URL: JSON